Senin, 20 Mei 2019

SAYAK ANYAR

Sayak Anyar 


Malam ke 15 Ramadhan,

Ku tengok anak-anakku yang sedang asyik memainkan hootwheels-nya di ruang tengah, ruang keluarga yang merangkap sebagai ruang makan dalam kontrakan sederhanaku selepas maghrib ini. 
Aku masih ngisis (mencari angin karena hawa panas) di teras bersama secangkir kopi dan pisang goreng. Udara panas hari ini membuat badanku justru terasa lemas setelah menyantap makanan berbuka sore tadi. 

----

Mataku menerawang, mengingat momen-momen ramadhan seperti ini.
Aku tersenyum, membayangkan diriku yang dulu di tengah-tengah ramadhan seperti ini, saat hari lebaran semakin dekat dan bisa dihitung dengan jari. 
Hampir setiap malam sebelum tidur, aku asyik menghitung datangnya hari lebaran. Belum lagi acara mencoba sayak anyar (baju baru) selalu menjadi agenda rutin tiga hari sebelum lebaran. 
uniknya ini dilakukan bersama-sama  di depan kaca bersama saudara-saudaraku.

Ungkapan-ungkapan bangga bercampur riang gembira menceritakan sayak anyar selalu menjadi buah bibir dimanapun teman-temanku berkumpul. 
dan topik satu itu selalu menjadi primadona di tengah suasana TPQ tempatku mengaji. 

Aku ingat, ketika itu aku sama sekali belum mempunyai baju baru. 
Mak e dan Pak e masih sibuk derep (;panen padi) di sepanjang harinya. 
Meskipun menurut obrolan mereka yang berhasil aku rekam di dapur ketika itu,  hasil panen kala itu sedang tidak baik karena hama. 
Aku tak peduli itu. Yang ku inginkan hanya sandal dan sayak anyar untuk lebaran yang bisa kuceritakan kepada teman-temanku ketika mengaji di masjid nanti, dan membuatku merasa "sama" dengan mereka. 

Sore itu, selepas Maghrib, Mak'e mendekatiku yang baru selesai nderes (;membaca alqur'an) di sholatan seperti biasanya. 

"riyoyo iki nggak usah tumbas sayak anyar yo nduk. Mak e durung iso numbasne. Duit e panen gawe daftar sekolah embakmu modok".
(lebaran tahun ini tidak usah beli baju baru ya nak, Ibu belum bosa membelikannya. Uang hasil panen ini dipakai untuk mendaftarkan sekolah kakakmu  di pondok).

Aku mbesengut marah dan sangat benci keadaan itu. Tanpa berkata apa-apa aku berlari menuju kamar dan menangis. Rasanya hancur lebur harapan bisa mengimbangi dan bercerita kepada teman-temanku tentang sayak anyarku.

----

Ah...., betapa perilakuku saat itu sangat melukai hati Mak'e.... meski tidak ada kata berontak ataupun menuntut, jelas sekali reaksiku ketika itu membuat hati Mak'e tergores. 

Mataku basah.

Sekali lagi ku tengok anak-anakku di ruang tengah. Celotehnya memainkan mobil-mobilannya membuatku banyak bersyukur.. tidak ada tuntutan macam-macam, tidak ada rengekan beli baju baru, tidak ada rasa ingin seperti teman-temannya yang kadang menunjukkan barang-barang baru. 

Sekali lagi mataku basah.

----

Hingga seminggu sebelum lebaran, selepas maghrib, Bulek Narmi tetangga depan rumah yang baru saja datang dari Saudi datang membawa oleh-oleh berupa kain. Aku ingat kain itu berwarna kuning bercorak bunga-bunga. 

Mak'e membungkam lama setelah menerima pemberian Bulek Narmi, didekapnya kain dalam kresek hitam itu dengan mata mengkilat. Mulutnya tak henti-henti berucap hamdalah meski lirih sekali. 

Akhirnya dengan semangatnya yang membara, demi melihat mata kami, anak-anaknya berbinar di hari lebaran, demi menjaga perasaan kami anak-anaknya di tengah-tengah riuhnya obrolan sayak anyar. Mak'e rela dondom (;mejahit dengan tangan) setiap malam untuk membuatkan sayak anyarku dan kedua saudara perempuanku. 

Hingga di hari dimana suara takbir menggema di masjid dan langgar-langgar d, kami anak-anak Mak'e telah sempurna memakai sayak anyar hasil dondoman-nya. 

----

Aku tergugu.

Betapa Mak'e sangat menjaga perasaan kami waktu itu. 
Betapa Mak'e sangat ingin membahagiakan kami dalam keterbatasannya ketika itu.
Mak'e maafkan aku



Nganjuk, 19 Mei 2019




1 komentar:

  1. Orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Cerita sederhana tapi menyentuh ^^

    BalasHapus

RECHARGING YOUR SELF

Dewasa ini, tradisi berpelukan banyak sekali dibahas pada postingan-postingan sosial media seperti facebook tweeter, instagram maupun whatsa...